
Dalam rangka memperkuat pemahaman materi haji dan umrah pada Kurikulum Merdeka, siswa kelas IX melaksanakan kegiatan praktik manasik haji dan umrah sebagai bagian dari program kokurikuler Pendidikan Agama Islam. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 17 April 2026, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas IX dari kelas 9.1 hingga 9.9 dengan jumlah sekitar 280 peserta.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami rangkaian ibadah haji dan umrah, sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan bermakna.
Seluruh siswa mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Siswa perempuan mengenakan pakaian serba putih berupa rok panjang dan kerudung putih, sedangkan siswa laki-laki mengenakan kain ihram. Hal ini menciptakan suasana yang menyerupai pelaksanaan ibadah haji yang sesungguhnya.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan miqat, yaitu pengambilan niat haji dan umrah yang dibimbing oleh Bapak Arif Wahyudin. Selanjutnya, siswa melaksanakan wukuf di Arafah yang dipandu oleh Bapak Rizal. Kegiatan dilanjutkan dengan mabit di Muzdalifah dan Mina, serta praktik melempar jumrah ula, wustha, dan aqabah.

Setelah itu, siswa melaksanakan tahalul yang ditandai dengan memotong sebagian rambut sebagai simbol diperbolehkannya kembali melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang saat ihram. Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan thawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah, serta sa’i dengan berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah.
Setelah seluruh rangkaian praktik selesai, siswa melaksanakan refleksi di kelas. Melalui tulisan, mereka mengungkapkan pengalaman, perasaan, serta harapan setelah mengikuti manasik haji dan umrah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk evaluasi pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk menumbuhkan doa dan harapan agar kelak dapat mewujudkan ibadah haji dan umrah dalam kehidupan nyata.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah, tetapi juga mampu menumbuhkan nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, serta kebersamaan dalam beribadah.
Kepala SMPN 179 Jakarta, Ibu Djunarsih, S.Pd., memberikan apresiasi kepada seluruh guru kelas IX atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan positif seperti ini perlu terus dilestarikan dan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, serta diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga yang akan selalu diingat oleh para siswa di masa mendatang.